Cara Tanam Porang di Polybag, Bahan Baku Shirataki, Nasi Rendah Kalori

Porang adalah bahan baku utama nasi shirataki. Simak cara tanam Porang di polybag pekarangan rumah pada artikel ini.

Tanaman Porang

Cara tanam dan budidaya Porang banyak dicari belakangan ini. Tidak hanya petani dengan lahan luas saja, para pelaku usaha rumah tangga juga banyak yang memulai menanam Porang di polybag. Sebenarnya, bagaimana sih cara tanam Porang di polybag? Baca terus artikel ini ya!

Mengenal Tanaman Porang Lebih Dalam Serta Cara Tanam Porang di Polybag

Tanaman Porang, atau biasa disebut iles-iles, merupakan spesies tumbuhan Amorphophallus Muelleri blume. Tanaman ini termasuk dalam kategori umbi-umbian, sama seperti halnya singkong dan ubi. Porang dapat dengan mudah dijumpai di area hutan. Lambat laun, tanaman porang banyak dibudidaya oleh petani Indonesia. Selain harga jualnya yang tinggi, tanaman porang memiliki beberapa manfaat.

1.Manfaat Tanaman Porang untuk Ladang Usaha

Nama Porang atau Iles-iles mendadak naik daun, sejak dijadikan bahan pangan Shirataki. Makanan ini dipercaya memiliki glucomannan kaya serat dan rendah kalori. Selain itu, tepung mannan yang berasal dari umbi Porang juga banyak digunakan di industri farmasi, kertas, dan kosmetik. Berikut ini adalah daftar potensi Porang sebagai sumber penghasilan. Diantaranya :

  • Benih Porang                                     : Rp 45.000/kg (isi 50)
  • Bibit Porang siap tanam                    : Rp 600.000 (500 bibit siap tanam)
  • Porang Basah                                     : Rp 15.000/kg
  • Umbi Porang Chips (kering)             : Rp 50.000 – Rp 60.000/kg
  • Tepung Porang                                  : Rp 15.000 – Rp 25.000/100 gram
  • Shirataki                                            : Rp 95.000 – Rp 120.000/ 100 gram

2. Tutorial Cara Tanam Porang di Polybag

Untuk menanam Porang di polybag, Anda harus memperhatikan hal-hal penting berikut ini. Diantaranya :

1.Perhatikan Iklim dan Lingkungan

Tanaman Porang dapat tumbuh baik, pada ketinggian 100 – 600 mdpl. Tanaman ini memerlukan cahaya matahari yang cukup, minimal 9 jam. Pada fase pertumbuhannya, Porang membutuhkan tanaman penaung seperti pohon pisang, jati, hingga mahoni.

2.Pilih Media Tanam

Tanaman umbi akan tumbuh dengan baik pada media tanam berupa tanah. Untuk itu,gunakanlah tanah gembur yang kaya, akan kandungan hara Phospat (P). Anda dapat menggunakan pupuk dasar sebagai campuran media tanam dengan perbandingan 7:3. Setelah pupuk dan media tanam tercampur merata, Anda dapat memasukan tanah tersebut ke dalam polybag.

3. Tanam Bibit Porang dalam Polybag

Cara tanam Porang di Polybag berikutnya adalah membuat lubang tanam pada polybag. Selanjutnya, Anda dapat memasukan Porang ke dalam polybag. Posisikan tunas menghadap atas. Jika Anda menggunakan bibit Porang Katak, tunas diposisikan rebah sejajar dengan tanah.

Menanam porang tidak perlu terlalu dalam. Namun usahakan, agar  bibit bisa  tertimbun dengan baik. Pastikan juga bahwa polybag yang Anda gunakan, sudah memiliki lubang drainase, sebagai sirkulasi udara dan air pada akar.

4. Perawatan Tanaman Porang

Tanaman porang hanya perlu Anda siram seminggu sekali. Lakukanlah penyiraman pada sore hari dengan intensitas air yang cukup. Jika terlalu banyak pemberian air, akar Porang cenderung lebih rentan terhadap busuk akar. Tanaman porang akan tumbuh dalam kurun waktu 3 minggu.

Jika tanaman Porang sudah bertumbuh besar, perhatikan jarak antar polybag. Pastikan seluruh tanaman Porang mendapat cahaya matahari yang cukup. Hal ini bertujuan agar proses fotosintesis dapat berlangsung dengan baik. Selain itu, hal ini untuk menghindari potensi berjamur.

Cukup mudah ya budidaya dan cara tanam Porang di polybag ini. Bagimana? Apakah Anda tertarik untuk membudidayakan tanaman Porang juga? Ingat ya, umbi Porang tidak dapat dikonsumsi secara langsung, sehingga membutuhkan beberapa teknik pengolahan, hingga menjadi beberapa produk turunan.